Peningkatan Literasi Digital untuk Mencegah Penyebaran Hoax bagi Guru SDN Teruman Bantul

Authors

  • Amir Hamzah Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dan Bisnis, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Untung Joko Basuki Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dan Bisnis, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.25008/abdiformatika.v2i2.168

Keywords:

literasi digital, penyebaran hoax, guru sekolah dasar, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Penggunaan internet dan media sosial telah merata pada berbagai level, termasuk guru dan murid sekolah dasar. Namun di samping manfaat internet dan media sosial untuk mendukung pembelajaran, masalah yang muncul dari penggunaan media tersebut adalah adanya penyebaran hoax yang mengancam para pengguna. Untuk itu peningkatan literasi digital bagi guru sangat penting untuk mengenal hoax dan menangkal penyebarannya. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital para guru dalam rangka menangkal berita hoax. Sasaran dari kegiatan ini adalah para guru Sekolah Dasar Teruman Kresen Bantul.  Metode yang digunakan adalah ceramah dan pendampingan pengenalan berbagai jenis hoax di media sosial dan bagaimana mendeteksi dan mengatasinya.   Evaluasi kegiatan dilakukan dengan kuesener pasca kegiatan kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 86% lebih peserta merasa puas dan 90% mendapatkan tambahan pengetahuan yang berguna dalam tugasnya sebagai guru.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anshori, F. Al, Syam, S., & Sohriati, E. (2021). Pelatihan Literasi Digital Bagi Guru SMPN 7 Palopo. 1(3), 105–109.

Ariston, Y., & Frahasini. (2018). Dampak Penggunaan Gadget bagi Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar. Journal Of Educational Review and Research, 1(2), 86–91.

Fitriarti, E. A. (2019). Urgensi Literasi Digital Dalam Menangkal Hoax. MetaCommunicatio Journal Of Communication Studie, 4(2), 234–246.

Hanum, Z. (2021). Kemenkominfo: 89% Penduduk Indonesia Gunakan Smartphone. Mediaindonesia.Com, 1.

Harahap, M. A., & Adeni, S. (2020). Tren penggunaan media sosial selama pandemi di indonesia. Jurnal Professional FIS UNIVED, 7(2), 13–23.

Ireton, C., & Posetti, J. (2018). Journalism , ‘ FAKE NEWS ’ & Handbook for Journalism Education and Training. Uniteds Nation Digital Library. https://bit.ly/2MuELY5

Juditha, C. (2018). Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial serta Antisipasinya. Jurnal Perkommas, 3(1), 31–44.

Kholid. (2020). PENTINGNYA LITERASI DIGITAL BAGI GURU PADA LEMBAGA PENDIDIKAN TINGKAT DASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYELENGGARAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Kholid. Jurnal Horizon Pedagogia, 1(2), 22–27.

Kusnandar, V. B. (2021). Penetrasi Internet Indonesia Urutan ke-15 di Asia pada 2021. Katadata.Co.Id.

Lestari, A. K. (2021). Literasi Digital Sebagai Penangkal Infodemi Covid-19 : Sebuah Literature Review. LIBRIA, 13(1), 1–16.

Osterman, M. D. (2013). Digital Literacy: Definition, Theoretical Framework, and Competencies. Proceedings of the 11th Annual College of Education & GSN Research Conference, c, 135–141. http://education.fiu.edu/research_conference/

Pusparisa, Y. (2020). Daftar Negara Pengguna Smartphone Terbanyak, Indonesia Urutan Berapa? Katadata.Co.Id.

Sabrina, A. R. (2018). LITERASI DIGITAL SEBAGAI UPAYA PREVENTIF MENANGGULANGI HOAX. Journal of Communication Studies, 5(2), 31–46.

Simanjuntak, H., Toni, B., & Balyan, E. (2020). Peran Teknologi Informasi dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Inventa : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 04(1), 1–10.

Sinaga, D. (2017). Guru, Sang Tameng Pelajar dalam menghadapi Hoax. CNNindonesia.Com, Kamis, 2 Nov 2017.

Downloads

Published

2022-11-04

How to Cite

Hamzah, A., & Basuki, U. J. (2022). Peningkatan Literasi Digital untuk Mencegah Penyebaran Hoax bagi Guru SDN Teruman Bantul. Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika, 2(2), 92–97. https://doi.org/10.25008/abdiformatika.v2i2.168